Minggu, 09 Mei 2010

Sejarah Masuknya Agama Islam di Indonesia

Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Dakwah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur.

Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda.

Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman.

Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

Sumber : Islam Nusantara @ Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

Baca selengkapnya ..

Minggu, 25 April 2010

Upacara Penerimaan Siswa Baru PASMER 2009

Tanggal 13 Juli 2009 merupakan hari yang membanggakan , pada hari ini diadakan upacara penerimaan murid baru yang dihadiri oleh segenap jajaran Guru dan Tata Usaha SMP Negeri 4 Depok , dan dihadiri kakak - kakak kelas.

Baca selengkapnya di blog.KabarFikar.com pada artikel Upacara Penerimaan Siswa Baru SMP Neg. 4 Depok ... Baca selengkapnya ..

Sabtu, 17 April 2010

Wawancara di Pembuatan Tempe

Tanggal 21 Maret 2010 , hari ini Kelompok Sultan Hasanuddin dari 7-1 Pasmer akan melaksanakan wawancara dengan Narasumber dari Tempat Pembuatan Tempe di kawasan Depok II Timur . Di tempat pembuatan tempe ini , terdapat sepuluh orang pekerja .

Walaupun sederhana , namun perbulan tempat pembuatan Tempe ini mendapatkan omzet jutaan rupiah per bulan dari hasil penjualan tempe . Hal ini merupakan pengembangan Industri Kreatif yang berbasis Ekonomi Menengah Kebawah.

Hal ini patut menjadi tolok ukur dalam pemerataan pekerjaan di Indonesia , sehingga tidak ada pengangguran di Indonesia . Dan semua pekerja mempunyai pekerjaan . Masih banyak Industri Kreatif yang dapat.. di buka dan diberdayakan guna membuka lapangan kerja dan menambah kreatifitas masyarakat,

Konsep Pertanyaan

Chaedar : “Selamat Siang, Pak.”
Chaedar : “Maaf menganggu, Pak.”
Chaedar : “Begini Pak... Saya mendapat tugas dari sekolah untuk mewawancarai suatu pabrik. Apakah bapak tidak keberatan?”
Chaedar : “Perkenalkan... Saya Chaedar dari SMPN 4 dan teman saya yang bernama (sambil menunjuk) yang ini Meigy, yang ini Niken, yang ini Daffa. Kalau boleh tahu nama bapak siapa?”
Meigy : “Ngomong-ngomong pak, Siapa pemilik pabrik ini pak?”
Daffa : “Pada tahun berapakah pabrik ini berdiri?”
Niken : “Kalau begitu sudah 23 tahun ya pak.”
Chaedar : “Berapa untung pabrik ini tiap tahun pak?”
Chaedar : “Begitu ya pak.”
Daffa : “Apakah bapak mengalami kendala di pabrik, pak?”
Niken : “Berapa kilogram keledai yang diperlukan setiap hari?”
Meigy : “Berapa kilogram tempe yang dihasilkan setiap hari?”
Kelompok : “Semoga pabrik tempe ini makin maju.”
Kelompok : “Terima kasih atas ketersediaannya dalam wawancara ini.”
Kelompok : “Selamat Siang, pak”

Pertanyaan dan Jawaban dari Narasumber

Chaedar : “Selamat Siang, Pak.”
Narasumber : “Selamat siang, Dik.”
Chaedar : “Maaf menganggu, Pak.”
Narasumber : ”Oh, tidak dik, silakan aja!”
Chaedar : “Begini Pak... Saya mendapat tugas dari sekolah untuk mewawancarai suatu pabrik. Apakah bapak tidak keberatan?”
Narasumber : “Bapak tidak keberatan sama sekali.”
Chaedar : “Perkenalkan... Saya Chaedar dari SMPN 4 dan teman saya yang bernama (sambil menunjuk) yang ini Meigy, yang ini Niken, yang ini Daffa. Kalau boleh tahu nama bapak siapa?”
Narasumber : “Nama bapak Welas.”
Meigy : “Ngomong-ngomong pak, Siapa pemilik pabrik ini pak?”
Bapak Welas : “Alm. H. Slamet.”
Daffa : “Pada tahun berapakah pabrik ini berdiri?”
Bapak Welas : “Pabrik ini berdiri pada tahun 1987.”
Niken : “Kalau begitu sudah 23 tahun ya pak.”
Chaedar : “Berapa untung pabrik ini tiap tahun pak?”
Bapak Welas : “Tergantung dik.”
Chaedar : “Begitu ya pak.”
Daffa : “Apakah bapak mengalami kendala di pabrik, pak?”
Bapak : “Ada dik, semisalnya sewaktu harga kedelai naik maka akan mengurangi penghasilan.”
Niken : “Berapa kilogram keledai yang diperlukan setiap hari?”
Bapak Welas : “Sekitar 8 kwintal / hari”
Meigy : “Berapa kilogram tempe yang dihasilkan setiap hari?”
Bapak Welas : “Sekitar 50 kilo-an dek.”
Kelompok : “Semoga pabrik tempe ini makin maju.”
Bapak Welas : “Amin.”
Kelompok : “Terima kasih atas ketersediaannya dalam wawancara ini.”
Bapak Welas : “Sama – sama dik.”
Kelompok : “Selamat Siang, pak”

Demikian wawancara kami dengan Pak Welas , pekerja Tempat Pembuatan Tempe di kawasan Depok II Timur .
Baca selengkapnya ..

Ceramah Pentingnya Shalat Subuh

Pentingnya Shalat Subuh - 3 Alasan Pentingnya Shalat Subuh
Oleh : Achmad Chaedar

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalatu assalamu ala asyrafil anbiya iwal mursalin , sayyidina muhammadin wa ala alihi wasabbihi ajmain amma baddu.

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah,
Hari ini kita berkumpul di tempat yang insya Allah di ridhai oleh Allah SWT , untuk bersama – sama mendengarkan khutbah mengenai Pentingnya Shalat Subuh . Tentunya kita patut bertanya kepada diri kita sendiri , apakah kita telah melaksanakan shalat subuh secara teratur dan konsisten.

Tentunya sebagian besar dari kita mungkin ada yang bahkan melupakan shalat subuh , salah satu dari shalat lima waktu ini. Tetapi , anda patut merugi ! Mengapa anda dikatakan merugi ,.. dikarenakan anda telah meninggalkan shalat yang pahalanya amat besar ini. Apabila anda tidak ingin dikatakan adalah orang yang merugi marilah kita menginstrospeksi diri kita masing – masing.

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah,
Seperti tema khutbah kali ini yaitu Pentingnya Shalat Subuh , saya akan memaparkan alasan mengapa shalat subuh itu menjadi penting.

Pertama, Shalat Subuh sebagai Terapi Jiwa, Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW:
“Batas antara kita dengan orang-orang munafik adalah menghadiri sholat isyak dan subuh, sebab orang-orang munafik tidak sanggup menghadiri kedua sholat tersebut” (Muwattho’ Imam Malik).
Dari riwayat diatas memberi peringatan kepada kita bahwa manfaat yang pertama dari shalat subuh adalah membersihkan jiwa kita dari sifat munafik, karena munafik merupakan salah satu kategori manusia disebut sakit jiwanya.

Orang munafik adalah seorang yang dalam hidupnya selalu senantiasa mencampuradukkan antara yang haq dan yang bathil, ia memiliki dua wajah (kiblat), kiblat yang positif dan kiblat yang negative. Kadangkala dalam hatinya ingin berbuat baik baik tetapi jiwa, pikiran dan fisiknya tidak mampu untuk menyambut kemuan hati tersebut. Sehingga orang munafik dalam hidupnya selalu dalam keadaan jiwa yang gelisah.

Kedua, Terapi Aqal, sebagaimana firman-Nya:
“Demi fajar, Dan malam yang sepuluh, Dan yang genap dan yang ganjil, Dan malam bila berlalu Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal”. (Q.S. Al-Fajr, 89: 1-5)
Dimana pada waktu subuh merupakan sumber Oksigen yang terbanyak , Oksigen tersebut yang akan menyegarkan tubuh. Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk melakukan shalat subuh .

Selain itu dengan menghirup udara yang masih bersih dan segar akan menjadikan otak menjadi fresh, dengan kondisi otak yang segar seseorang akan mampu untuk berfikir yang jernih dan mampu memanaj kegiatan pada hari tersebut. Begitu juga sebaliknya apabila waktu fajar belum melakukan sholat subuh (sampai subuhnya kesiangan), maka akan mengakibatkan tubuh menjadi lelah dan capek, pikiran suntuk jiwa tidak tenang yang akan membawa akibat kepada kacau-balau agenda kegiatan pada hari itu.

Ketiga, terapi finasial, seorang hamba, walau sezuhud apapun dan sangat tidak peduli dengan urusan dunia, ia tetap senang kalau lapang rezekinya. Minimal mencukupi kebutuhan diri sendiri, untuk menyelamatkan muka dari hinanya meninta-meminta. Dan demi Allah, untuk mencapai ini jalannya adalah dengan menaati Allah.
Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat Subuh, begitu selesai beliau pun kembali ke rumah dan mendapati putrinya, Fathimah, sedang tidur. Maka beliaupun membalikkan tubuh Fathimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya,

“Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rezeki Robbmu, karena Allah SWT membagi-bagikan rezeki para hamba antara sholat Subuh dan terbitnya matahari” (HR. Mundziri).

Ini bukan berarti orang yang pergi melaksanakan sholat Subuh pasti pulang dengan kantong penuh uang,--seperti asumsi para penyembah dunia dan budak uang--, atau seperti dikatakan orang-orang yang suka mempermainkan bahwa setelah matahari terbit berarti terputus sudahlah rezeki! Bukan sama sekali bukan. Tetapi yang dimaksud adalah bahwa ketaatan kepada Allah SWT dengan cara menjaga untuk terus ikut dalam sholat Subuh berjamaah secara konsisten, akan mendatangkan taufik dari Allah SWT, sehingga nantinya seorang hamba memperoleh keridloan dan kelurusan dari Rabbnya, yang pada gilirannya ia akan menghabiskan sisa harinya dalam pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam urusan-urusannya.
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah,

Demikian khutbah yang dapat sampaikan , pada intinya bahwa kita tidak boleh menyia-nyiakan shalat Subuh , karena disamping kita mendapatkan pahala , kita juga mendapat tiga terapi , yakni terapi jiwa , terapi akal , dan terapi finansial .

Maka , mulai sekarang jangan lah meninggalkan shalat subuh, karena kita semua telah mengetahui manfaatnya.
Akhir kata , Jazakumullah Khairan Katsiran.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca selengkapnya ..

Kamis, 08 April 2010

Sejarah Pet Society & Fitur-Fiturnya

Sejarah Pet Society

Pet Society adalah permainan sosial internet yang dikembangkan oleh Playfish. Pet Society dirilis dalam versi beta pada 4 Agustus 2008. Game yang diluncurkan pertama kali di Facebook (Sekarang dapat dimainkan di MySpace dan Bebo tetapi hanya sedikit fitur dari Facebook) telah menempati ranking teratas sebagai aplikasi yang paling populer Facebook (sekitar 19 juta pengguna aktif bulanan).


Pemain dapat memilih binatang peliharaan, pilih jenis kelamin, nama, warna, fitur-fitur (telinga, hidung, mulut dll), dan bahkan mengunjungi teman dan membawa hadiah untuk mereka. hewan peliharaan telah diberi makan, dicuci dan membuatnya bahagia dengan mengunjungi teman-teman, membelai dia dan bermain dengan dia.

Semakin banyak Anda bermain, poin Anda lebih pengalaman tumbuh dan item jadi lebih menjadi tersedia untuk hewan peliharaan Anda dan rumah Anda keuntungan lebih banyak kamar. Tentu saja, Anda dapat menghias kamar Anda dengan hal-hal yang.. Anda beli di toko-toko.Genre permainan ini adalah hewan peliharaan digital, fantasi yang beberapa fitur terkait seperti Tamagotchi.

Fitur - Fitur:

1. Toko Mewah- toko ini terutama menjual produk mahal untuk hewan peliharaan kaya, dan berisi tempat tidur dan lain-lain

2. Stadium Lomba Lari- Berikut hewan peliharaan dapat terlibat dalam perlombaan lari gawang dari tiga, dan juga memiliki "taruhan" mode di mana pemain bertaruh pada hewan peliharaan mereka pikir akan menang. Jika pemain menebak dengan benar mereka akan mendapatkan dua kali lipat uang mereka dari berapa banyak mereka telah memberikan pada taruhan

3. Toko Makanan- Berikut hewan peliharaan dapat menemukan buah-buahan khas, sayuran, produk daging, minuman, dll

4. Toko Furnitur- toko ini pasokan berbagai meja, kursi, sofa, tempat tidur dan beberapa jenis rak dan lemari.

5. Toko Elektronik - Menjual elektronik dan barang keren, seperti TV, radio, telepon, jam, laptop dan perangkat aneh seperti hewan peliharaan Anda akan digunakan.

6. Toko Misteri - Toko misteri menjual Peri dan Mainan "Misteri" Telur misteri dan kotak misteri yang berisi umum, barang jarang dan langka yang ada juga yang tidak dibeli di Pet Masyarakat.

7. Toko Misteri datang dalam tiga ukuran, harga bervariasi, dan item akan berbeda bersama dengan harga.

8. Toko Misteri kadang-kadang telah mengeluarkan benda-benda aneh temporaily hewan peliharaan Anda sendiri disebut makanan ajaib

9. Kafe - Sebuah fitur baru yang lebih jarang, Kafe adalah layanan ikatan sosial di mana Anda dapat mengunjungi rumah pemain secara acak 'sehari-hari, pertemuan hewan peliharaan mereka.

10. Anda juga dapat membeli makanan khas warung kopi dan teh set di sini.

11. D.I.Y. (Do It Yourself [lakukan ini sendiri]) - Tempat ini adalah di mana Anda dapat berbelanja untuk cat dinding, lantai, pintu dan jendela.

12. Toko Pakaian - Di sini Anda dapat membeli pakaian, sepatu dan aksesoris untuk hewan peliharaan Anda untuk dipakai.

13. Salon- Anda dapat mengubah jenis kelamin hewan peliharaan Anda, nama, warna dan fitur.

14. Bank - Memungkinkan Anda untuk membeli koin lagi disini menggunakan Paypal untuk
menghabiskan di toko-toko lainnya. Token Playfish khusus, lalu membelanjakannya untuk barang-barang khusus hanya ditemukan di sini. Anda mungkin perlu uang nyata untuk mendapatkan Token Playfish.

15. Danau- Tempat terbaru di lingkungan Masyarakat Pet, Anda dapat menggunakan makanan sebagai umpan untuk menangkap ikan dengan pancing Anda.

16. Kebun tambahan terbaru ke toko-toko dalam permainan, Anda dapat membeli tanaman dan bibit yang berbeda untuk taman hewan peliharaan Anda di sini.

17. Benih-benih hasil sayur sayuran yang tumbuh dalam ukuran dengan berjalannya waktu, tetapi ini bisa membusuk jika tidak diamati dengan cermat.

18. Benda kebun lain menggunakan untuk dekorasi dan membantu taman (hanya peri yang dapat melakukannya).
Baca selengkapnya ..

Sabtu, 13 Maret 2010

Biogas sebagai Energi Alternatif

Biogas atau sering disebut pula gas bio merupakan gas yang timbul jika bahan-bahan organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, atau sampah direndam dalam air dan disimpan didalam tempat tertutup atau anaerob (tanpa udara). Biogas ini sebenarnya dapat pila terjadi pada kondisi alami.

Namun untuk mampercepat dan menampung gas ini, diperlukan alat yang memenuhi syarat terjadinya zat tersebut.Jika kotoran ternak yang yang telah dicapur air atau isian (slurry) dimasukkan kedalam alat pembuat biogas maka akan terjadi proses pembusukan yang terdiri dari dua tahap, yaitu proses aerobik dan proses anarobik.

Pada proses yang pertama diperlukan oksigen dan hasil prosesnya berupa karbon dioksida (CO2). Proses ini berakhir setelah oksigen didalam alat ini habis. Selanjutnya proses pembusukan berlanjut pada tahap kedua (proses anaerobic).

Pada proses yang kedua inilah biogas dihasilkan. Dengan demikian, untuk menjamin terjadinya biogas alat ini harus tertutup rapat, tidak berhubungan dengan udara luar sehingga tercipta kondisi hampa udara (tanpa udara).

Biogas yang terbentuk dapat dijadikan bahan bakar karena mengandung gas metan (CH4) dalam prosesntasenya yang cukup tinggi (54 –70 %). Akibat lain yang ditimbulkan karena penggunaan kotoran ternak sebagai biogas adalah :

1.Mengurangi ketergantungan pada pemakaian minyak yang jumlahnya terbatas dan harganya mahal.

2.Mengurangi dampak yang muncul dari polisi yang disebabkan oleh kotoran.

3.Dalam jangka panjang, diharapkan mampu mengurangi penggunaan kayu sebagai bahan bakar sehingga kelestarian hutan menjadi lebih terjaga

.4.Sisa campuran kotoran yang sudah tidak menghasilkan gas (sludge) dapat digunakan pupuk organik yang baik.

BAHAN-BAHAN

Bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat peralatan adalah :

3 buah drum (200 Liter) dan sebuah drum (120 liter). Bisa terbuat dari seng atau plastik.
pipa dengan diameter 0,5 inchi (1,25 cm) dilengkapi dengan kran untuk saluran gas
pipa dengan diameter 2 inchi (5 cm) untuk sdaluran isian dan pembuangan.
corong dengan dimeter ujung 2 inci, sebagai corong pemasukan.
selang untuk penyaluran gas.
DESAIN ALAT

Cara membuat alat sebagai berikut :1.Tabung ProduksiDua drum (200 liter) dibuka salah satu sisinya, dengan sebuah drum yang dibuka separo (0,5 diameter). Kemudian sisi yang terbuka penuh dan sisi yang terbuka sebagian tersebut disambungkan. Pada sisi drum yang lain dibuat lubang masing-masing dengan diameter 5 cm .

Satu lubang dihubungkan dengan pipa pemasukan, dan lubang yang lain dengan pipa pembuangan (masing-masing pipa berdiameter 5 cm). Dan perkuat tiap-tiap pipa tersebut dengan sebuh penopang.

Usahakan ketinggian pipa pemasukan dengan sebuah corong, untuk mempermudah proses pengisian, agar tidak terguling (menggelinding) , sebaiknya tabung produksi diberi kaki penyangga, usahakan posisi kedua pipa tegak keatas.

Pada sisi atas tabung dibuat lubang dengan diameter 1,25 cm dan disambungkan dengan pipa seukuran yang sudah dipasang kran. Tabung produksi sudah jadi dan bisa dihubungkan dengan tabung penyimpanan dengan selang melalui kran.

Tabung penyimpan Buka salah satu sisi drum (120 liter dan 200 liter). Untuk drum kecil (120 Lt) pada sisi yang lain dibuat 2 lubang berdiameter 1,25 cm, satu lubang untuk pemasukan gas dan yang lain untuk pengeluaran. Sambungkan kedua lubang tersebut dengan pipa seukuran, dan untuk pipa pengeluaran pasang kran.

Letakkan drum besar dengan sisi terbuka menghadap keatas,lalu masukkan drum kecil dengan posisi terbalik. Tabung penyimpanan sudah jadi dan bisa diisi dengan air. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan alat adalah kekedapannya, jadi sebelum alat degunakan sebaiknya diuji drlr kekegapannya, kalau ada yang bocor harus ditambal atau diganti.

CARA PEMBUATAN

1.Yang dilakukan pertama kali adalah membuat isian yaitu campuran dari kotoran ternak yang masih segar dengan air dengan perbandingan 1 ; 1,5

2.Aduk hingga rata dan bersihkan dari benda benda0benda lain yang mengkin terbawa.

3.Masukkan isian ke dalam tabung produksi sampai penuh (ada yang keluar dari pipa buangan)

4.Buka kran pada tabung produksi, yang telah dihubungkan dengan tabung penyimpan melalui sebuah selang.

5.Masukkan air kedalam tabung penyimpan (drum 200 lt_ sampai ketinggian 50 cm.

6.Masukkan drum kecil kedalamnya dan biarkan tenggelam sebagian. Jangan lupa tutup kran pembuangan gas.

7.Setelah 3 minngu, gas mulai terbentuk ditandai dengan terangkatnya drum kecil. Gas ini masih bercampur udara sehingga rawan meledak, karena itu harus dibuang dengan cara membuka kran pembuangan. Setelah habis, (ditandai dengan turunnya kembali drum kecil) maka kran kembali ditutup. Dan berikutnya gas yang terbentuk sedah dapat digunakan.

8.Pengisian selanjutnya dapat dilakukan setiap hari, banyaknya sekitar 20 liter.


Baca selengkapnya ..

Biografi Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini dilahirkan di jepang pada tanggal 21 April 1879, jadi bertepatan 127 tahun yang lalu. Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara pada waktu itu, yaitu Raden Mas Adipati Sastrodiningrat.

Dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro. Pada waktu itu kelahiran Raden Ajeng Kartini, nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dari segala harapan, ketiadaan dalam segala perjuangan, dan tidak lebih dari perabot kaum laki-laki belaka, dan bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah dirampas dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia.

Daya berpikir kaum wanita tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya, kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya untuk melebihi dari apa yang diterimanya dari alam.

Karena kaum wanita tidak berdiri kesempatan untuk belajar membaca, menulis dan sebagainya. Dengan kata lain kaum wanita hanya mempunyai kewajiban tetapi tidak mempunyai hak sama sekali.

Raden Ajeng Kartini yang telah meningkat dewasa pada waktu itu, tidak dapat melihat kenyataan ini meskipun beliau dilahirkan didalam lingkungan ditengah-tengah kebangsawanan atau keningratan yang pada waktu itu mempunyai taraf kehidupan sosial yang sangat berbeda dengan masyarakat banyak yang hidup didalam lingkungan kehidupan adat yang sangat mengekang kebebasan tetapi beliau tidak segan-segan turun kebawah bergaul dengan masyarakat biasa, untuk mengembangkan ide dan cita-citanya yang hendak merombak status sosial kaum wanita, dan cara-cara kehidupan dalam masyarakat dengan semboyan : "Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan serta kebutuhan kita sebagai kaum wanita dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti halnya kaum laki-laki".

Dengan melanggar segala aturan-aturan adat pada saat itu, Raden Ajeng Kartini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya yang setara dengan pendidikan kaum penjajah belanda pada waktu itu, beliau sempat mempelajari kegiatan-kegiatan kewanitaan lainnya.

Dengan pengetahuan serta pengalaman yang didapatnya, Raden Ajeng Kartini secara berangsur-angsur dan setahap demi setahap tapi pasti berusaha menambah kehidupan yang layak bagi seorang kaum wanita.

Perkawinan Raden Ajeng Kartini pada tahun 1903 dengan Raden Adipati Joyoningrat Bupati Rembang mengharuskan beliau mengikuti suami, dan di daerah inilah beliau dengan gigih meningkatkan kegiatannya dalam dunia pendidikan.

Peranan Suami, dalam usaha Raden Ajeng Kartini Meningkatkan perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan suaminyalah beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian putri dan disanalah beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit menjahit serta kepandaian putri lainnya.

Usaha-usaha Raden Ajeng Kartini dalam meningkatkan kecerdasan untuk bangsa indonesia dan kaum wanita, khususnya melalui sarana-sarana pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajat, apakah itu bangsawan atau rakyat biasa.

Semuanya mempunyai hak yang sama dalam segala hal, bukan itu saja karya-karya beliau, persamaan hak antara kaum laki-laki dan kaum wanita tidak boleh ada perbedaan. Beliau juga mempunyai keyakinan bahwa kecerdasan rakyat untuk berpikir, tidak akan maju jika kaum wanita ketinggalan.

Inilah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil menampakkan kaum wanita ditempat yang layak, yang mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benderang. sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Raden Ajeng Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun, beliau pergi meninggalkan Bangsa Indonesia dalam usia yang relatif muda, yang masih penuh dengan cita-cita perjuangan dan daya kreasi yang melimpah.
Baca selengkapnya ..

Mamalia

Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau "berdarah panas".

Otak mengatur sistem peredaran darah, termasuk jantung yang beruang empat. Mamalia terdiri lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai.

Secara filogenetik, yang disebut Mamalia adalah semua turunan dari nenek moyang monotremata (seperti echidna) dan mamalia therian (berplasenta dan berkantung atau marsupial)

Sebagian besar mamalia melahirkan keturunannya, tapi ada beberapa mamalia yang tergolong ke dalam monotremata yang bertelur. Kelahiran juga terjadi pada banyak spesies non-mamalia, seperti pada ikan guppy dan hiu martil; karenanya melahirkan bukan dianggap sebagai ciri khusus mamalia. Demikian juga dengan sifat endotermik yang juga dimiliki oleh burung.

Monotremata tidak memilki puting susu, namun tetap memiliki kelenjar susu. Artinya, monotremata memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kelas Mamalia. Perlu diketahui bahwa taksonomi yang sering digunakan belakangan ini sering menekankan pada kesamaan nenek moyang; diagnosa karakteristik sangat berguna dalam identifikasi asal-usul suatu makhluk.

Jika ada salah satu anggota Cetacea ternyata tidak memiliki karakteristik mamalia, maka ia akan tetap dianggap sebagai mamalia karena nenek moyangnya sama dengan mamalia lainnya.

Mamalia memiiki 3 tulang pendengaran dalam setiap telinga dan 1 tulang (dentari) di setiap sisi rahang bawah. Vertebrata lain yang memiliki telinga hanya memiliki 1 tulang pendengaran (yaitu, stapes) dalam setiap telinga dan paling tidak 3 tulang lain di setiap sisi rahang.

Mamalia memliki integumen yang terdiri dari 3 lapisan: paling luar adalah epidermis, yang tengah adalah dermis, dan paling dalam adalah hipodermis. Epidermis biasanya terdiri atas 30 lapis sel yang berfungsi menjadi lapisan tahan air. Sel-sel terluar dari lapisan epidermis ini sering terkelupas; epidermis bagian paling dalam sering membelah dan sel anakannya terdorong ke atas (ke arah luar).

Bagian tengah, dermis, memiliki ketebalan 15-40 kali dibanding epidermis. Dermis terdiri dari berbagai komponen seperti pembuluh darah dan kelenjar. Hipodermis tersusun atas jaringan adiposa dan berfungsi untuk menyimpan lemak, penahan benturan, dan insulasi. Ketebalan lapisan ini bervariasi pada setiap spesies.

Tambahan:

Memiliki kelenjar susu, berkembangbiak dengan melahirkan anak ada beberapa yang bertelur, berambut, suhu badan homoioterm dan bernafas dengan paru-paru.

Contoh:

1. Sebangsa kera misalnya: monyet, beruk, lutung dan orang utan
2. Sebangsa hewan buas misalnya: harimau dan singa
3. Sebangsa pemakan serangga misalnya: tikus, celurut, dan trenggiling
4. Sebangsa hewan pengerat misalnya: marmut, bajing dan tikus
5. Sebangsa kelelawar : kalong dan kampret
6. Sebangsa hewan berbelalai misalnya: gajah
7. Sebangsa ikan paus misalnya: lumba-lumba dan ikan paus
8. Sebangsa hewan berkantong misalnya: kanguru
Baca selengkapnya ..

Amphibia

Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup.

Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. ( Zug, 1993)

Pada fase berudu amphibi hidup di perairan dan bernafas dengan insang. Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor. Pada fase dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru. Pada fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki.

Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaan menghilang. Pada anura, tidak ditemukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat. (Zug, 1993)

Amphibia memiliki kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang baik. Pada mata terdapat membrana nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu, kekeringan dan kondisi lain yang menyebabkan kerusakan pada mata. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup.

Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat.

Walaupun demikian, tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. Pada beberapa amphibi, misalnya anggota Plethodontidae, tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Selama hidup tetap dalam fase berudu, bernafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni.

Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan, tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. Tapi ada juga beberapa jenis yang hanya hidup di darat selama hidupnya. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air. (Duellman and Trueb, 1986)

Adapun ciri-ciri umum anggota amphibia adalah sebagai berikut:

1. Memilliki anggota gerak yang secara anamotis pentadactylus, kecuali pada apoda yang anggota geraknya terduksi.

2. Tidak memiliki kuku dan cakar, tetapi ada beberapa anggota amphibia yang pada ujung jarinya mengalami penandukan membentuk kuku dan cakar, contoh Xenopus sp.

3. Kulit memiliki dua kelenjar yaitu kelenjar mukosa dan atau kelenjar berbintil ( biasanya beracun).

4. Pernafasan dengan insang, kulit, paru-paru.

5. Mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum.

6. Jantung terdiri dari tiga lobi ( 1 ventrikel dan 2 atrium)

7. Mempunyai struktur gigi, yaitu gigi maxilla dan gigi palatum.

8. Merupakan hewan poikiloterm.

Sistematika


Anggota amphibia terdiri dari 4 ordo yaitu Urodela (Salamander), Apoda (Caecilia), dan Anura ( katak dan kodok), Proanura (telah punah). Adapun klasifikasinya adalah sebagai berikut:

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
SuperClass : Tetrapoda
Class : Amphibia

Ordo :

a Caecilia Gymnophiona
- Familia Ichthyopidae , Familia Caecilidae, Familia Rhinatrematidae, Familia Scoleocomorphidae, Familia Uracotyphlidae, Familia Typhlonectidae

b Urodela
Subordo : Cryptobranchoidea
- Familia Cryptobranchidae, Familia Hynobiidae
Subordo : Salamandroidea
- Familia Salamandridae, Familia Proteidae, Familia Ambystomatidae, Familia Amphiumidae, Familia Dicamtodontidae, Familia Plethodontidae
Subordo : Meantes
- Familia Sirenidae

c. Anura
Subordo : Archaeobatrachia
- Familia Discoglossidae , Familia Ascaphidae, Familia Leiopelmatidae
Subordo : Mesobatrachia
- Familia Pipidae, Familia Rhinophrynidae, Familia Pelobatidae, Familia Pelodytidae
Subordo : Neobatrachia
- Familia Bufonidae, Familia Microhylidae, Familia Ranidae, Familia Pelobatidae (Megophrydae) , Familia Rhacophoridae, Familia Dendrobatidae, Familia Hylidae, Familia Pelodryadidae, Familia Myobatrachidae, Familia Sooglossidae, Familia Psedidae

d. Proanura ( telah punah )

Adapun Ordo yang terdapat pada Amphibi adalah :

1. Ordo Caecilia ( Gymnophiona)

Ordo ini mempunyai anggota yang ciri umumnya adalah tidak mempunyai kaki sehingga disebut Apoda. Tubuh menyerupai cacing (gilig), bersegmen, tidak bertungkai, dan ekor mereduksi. Hewan ini mempunyai kulit yang kompak, mata tereduksi, tertutup oleh kulit atau tulang, retina pada beberapa spesies berfungsi sebagai fotoreseptor.

Di bagian anterior terdapat tentakel yang fungsinya sebagai organ sensory. Kelompok ini menunjukkan 2 bentuk dalam daur hidupnya. Pada fase larva hidup dalam air dan bernafas dengan insang. Pada fase dewasa insang mengalami reduksi, dan biasanya ditemukan di dalam tanah atau di lingkungan akuatik. Fertilisasi pada Caecilia terjadi secara internal. ( Webb et.al, 1981)

Ordo Caecilia mempunyai 5 famili yaitu Rhinatrematidae, Ichtyopiidae, Uraeotyphilidae, Scolecomorphiidae, dan Caecilidae. Famili Caecilidae mempunyai 3 subfamili yaitu Dermophinae, Caecilinae dan Typhlonectinae. ( Webb et.al, 1981)

Famili yang ada di indonesia adalah Ichtyopiidae. Anggota famili ini mempunyai ciri-ciri tubuh yang bersisik, ekornya pendek, mata relatif berkembang. Reproduksi dengan oviparous. Larva berenang bebas di air dengan tiga pasang insang yang bercabang yang segera hilang walaupun membutuhkan waktu yang lama di air sebelum metamorphosis. Anggota famili ini yang ditemukan di indonesia adalah Ichtyophis sp., yaitu di propinsi DIY.

2. Ordo Urodela

Urodela disebut juga caudata. Ordo ini mempunyai ciri bentuk tubuh memanjang, mempunyai anggota gerak dan ekor serta tidak memiliki tympanum. Tubuh dapat dibedakan antara kepala, leher dan badan.

Beberapa spesies mempunyai insang dan yang lainnya bernafas dengan paru-paru. Pada bagaian kepala terdapat mata yang kecil dan pada beberapa jenis, mata mengalami reduksi. Fase larva hampir mirip dengan fase dewasa. Anggota ordo Urodela hidup di darat akan tetapi tidak dapat lepas dari air. Pola persebarannya meliputi wilayah Amerika Utara, Asia Tengah, Jepang dan Eropa. (Pough et. al, 1998)

Urodella mempunyai 3 sub ordo yaitu Sirenidea, Cryptobranchoidea dan Salamandroidea. Sub ordo Sirenidae hanya memiliki 1 famili yaitu Sirenidae, sedangkan sub ordo Cryptobranchoidea memiliki 2 famili yaitu Cryptobranchidae dan Hynobiidae.

Sub ordo Salamandroidea memiliki 7 famili yaitu Amphiumidae, Plethodontidae, Rhyacotritoniade, Proteidae, Ambystomatidae, Dicamptodontidae dan Salamandridae. ( Pough et. al., 1998)

3. Ordo Proanura

Anggota-anggota ordo ini tidak dapat diketemukan atau dapat dikatakan telah punah. Anggota-anggota ordo ini hidupnya di habitat akuatik sebagai larva dan hanya sedikit saja yang menunjukkan perkembangan ke arah dewasa.

Ciri-ciri umumnya adalah mata kecil, tungkai depan kecil, tanpa tungkai belakang, kedua rahang dilapisi bahan tanduk, mempunyai 3 pasang insang luar dan paru-paru mengalami sedikit perkembangan. Amphibi ini tidak menunjukkan adanya dua bentuk dalam daur hidupnya. (Duellman and Trueb, 1986)

4. Ordo Anura

Nama anura mempunyai arti tidak memiliki ekor. Seperti namanya, anggota ordo ini mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor, kepala bersatu dengan badan, tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang baik. Tungkai belakang lebih besar daripada tungkai depan. Hal ini mendukung pergerakannya yaitu dengan melompat. Pada beberapa famili terdapat selaput diantara jari-jarinya.

Membrana tympanum terletak di permukaan kulit dengan ukuran yang cukup besar dan terletak di belakang mata. Kelopak mata dapat digerakkan. Mata berukuran besar dan berkembang dengan baik. Fertilisasi secara eksternal dan prosesnya dilakukan di perairan yang tenang dan dangkal. (Duellman and Trueb, 1986)

Ordo Anura dibagi menjadi 27 famili, yaitu:

Ascaphidae, Leiopelmatidae, Bombinatoridae
Discoglossidae, Pipidae, Rhinophrynidae,
Megophryidae, Pelodytidae, Pelobatidae,
Allophrynidae, Bufonidae, Branchycephalidae,
Centrolenidae, Heleophrynidae, Hylidae,
Leptodactylidae, Myobatrachidae, Pseudidae,
Rhinodermatidae, Sooglossidae, Arthroleptidae,
Dendrobatidae, Hemisotidae, Hyperoliidae,
Microhylidae, Ranidae, Rachoporidae,
( Pough et. al.,1998)

Ada 5 Famili yang terdapat di indonesia yaitu Bufonidae, Megophryidae, Ranidae, Microhylidae dan Rachoporidae. Adapun penjelasan mengenai kelima famili tersebut adalah sebagai berikut:

a. Bufonidae

Famili ini sering disebut kodok sejati. Ciri-siri umumnya yaitu kulit kasar dan berbintil, terdapat kelenjar paratoid di belakang tympanum dan terdapat pematang di kepala. Mempunyai tipe gelang bahu arciferal.

Sacral diapophisis melebar. Bufo mempunyai mulut yang lebar akan tetapi tidak memiliki gigi. Tungkai belakang lebih panjang dari pada tungkai depan dan jari-jari tidak mempunyai selaput. Fertilisasi berlangsung secara eksternal.

Famili ini terdiri dari 18 genera dan kurang lebih 300 spesies. Beberapa contoh famili Bufo yang ada di Indonesia antara lain: Bufo asper, Bufo biporcatus, Bufo melanosticus dan Leptophryne borbonica. ( Eprilurahman, 2007 )

b. Megophryidae

Ciri khas yang paling menonjol adalah terdapatnya bangunan seperti tanduk di atas matanya, yang merupakan modifikasi dari kelopak matanya. Pada umumnya famili ini berukuran tubuh kecil. Tungkai relatif pendek sehingga pergerakannya lambat dan kurang lincah.

Gelang bahu bertipe firmisternal. Hidup di hutan dataran tinggi. Pada fase berudu terdapat alat mulut seperti mangkuk untuk mencari makan di permukaan air. Adapun contoh spesies anggota famili ini adalah Megophrys montana dan Leptobranchium hasselti. ( Eprilurahman, 2007)

c. Ranidae

Famili ini sering disebut juga katak sejati. Bentuk tubuhnya relatif ramping. Tungkai relatif panjang dan diantara jari-jarinya terdapat selaput untuk membantu berenang. Kulitnya halus, licin dan ada beberapa yang berbintil.

Gelang bahu bertipe firmisternal. Pada kepala tidak ada pematang seperti pada Bufo. Mulutnya lebar dan terdapat gigi seperti parut di bagian maxillanya. Sacral diapophysis gilig. Fertilisasi secara eksternal dan bersifat ovipar.

Famili ini terdiri dari 36 genus. Adapun contoh spesiesnya adalah: Rana chalconota, Rana hosii, Rana erythraea, Rana nicobariensis, Fejervarya cancrivora, Fejervarya limnocharis, Limnonectes kuhli, Occidozyga sumatrana. ( Eprilurahman, 2007 )

d. Microhylidae

Famili ini anggotanya berukuran kecil, sekitar 8-100 mm. Kaki relatif panjang dibandingkan dengan tubuhnya. Terdapat gigi pada maxilla dan mandibulanya, tapi beberapa genus tidak mempunyai gigi.

Karena anggota famili ini diurnal, maka pupilnya memanjang secara horizontal. Gelang bahunya firmisternal. Contoh spesiesnya adalah: Microhyla achatina. ( Eprilurahman, 2007)

e. Rachoporidae

Famili ini sering ditemukan di areal sawah. Beberapa jenis mempunyai kulit yang kasar, tapi kebanyakan halus juga berbintil.

Tipe gelang bahu firmisternal. Pada maksila terdapat gigi seperti parut. Terdapat pula gigi palatum. Sacral diapophysis gilig. Berkembang biak dengan ovipar dan fertilisasi secara eksternal. ( Eprilurahman, 2007)
Habitat dan Persebaran

Amphibi muncul pada pertengahan periode Jura, pra era Paleozoik sebagai vertebrata yang tertua. Kebanyakan Amfibi adalah hewan tropis, karena sifatnya yang poikiloterm atau berdarah dingin. Amphibi memerlukan sinar matahari untuk mendapatkan panas ke tubuhnya, karena tidak bisa memproduksi panas sendiri.

Oleh karena itu banyak amphibi yang ditemukan di wilatah tropis dan sub tropis, termasuk di seluruh indonesia.

Amphibi umumnya merupakan makhluk semi akuatik, yang hidup di darat pada daerah yang terdapat air tawar yang tenang dan dangkal. Tetapi ada juga amphibi yang hidup di pohon sejak lahir sampai mati, dan ada juga yang hidup di air sepanjang hidupnya.

Amphibi banyak ditemukan di areal sawah, daerah sekitar sungai, rawa, kolam, bahkan di lingkungan perumahan pun bisa ditemukan.

Reproduksi

Reproduksi pada amphibi ada dua macam yaitu secara eksternal pada anura pada umumnya dan internal pada Ordo Apoda. Proses perkawinan secara eksternal dilakukan di dalam perairan yang tenang dan dangkal.

Di musim kawin, pada anura ditemukan fenomena unik yang disebut dengan amplexus, yaitu katak jantan yang berukuran lebih kecil menempel di punggung betina dan mendekap erat tubuh betina yang lebih besar. Perilaku tersebut bermaksud untuk menekan tubuh betina agar mengeluarkan sel telurnya sehingga bisa dibuahi jantannya.

Amplexus bisa terjadi antara satu betina dengan 2 sampai 4 pejantan di bagian dorsalnya dan sering terjadi persaingan antar pejantan pada musim kawin. Siapa yang paling lama bertahan dengan amplexusnya, dia yang mendapatkan betinanya.

Amphibi berkembang biak secara ovipar, yaitu dengan bertelur, namun ada juga beberapa famili amphibi yang vivipar, yaitu beberapa anggota ordo apoda. (Duellman and Trueb, 1986)

Tambahan:

Hidup di dua tempat, bernafas dengan insang dan paru-paru, suhu badan poikiloterm, berkembangbiak bertelur dan pembuahan di luar tubuh (eksternal). Contoh : katak pohon, salamander
Baca selengkapnya ..

Puisi Lautku

Lautku

Indonesia adalah negeri maritim
Yang kaya akan laut yang indah
Keindahannya menarik perhatian para turis
Laut-laut yang indah akan ramai akan kunjungan turis

Akan tetapi, selain keindahannya ada sesuatu yang tersembunyi
Yaitu bencana, jika kita tidak mencegahnya maka..
Semua yang ada di Bumi akan tenggelam
Termasuk hutan, danau, sungai, pengunungan

Sebenarnya laut kita sudah tercemar
Coba lihat yang berada dimana saja
Sudah tercemar banyak sampah
Yang berasal dari banyak sungai

Jadi, marilah kita menjaga laut kita
Dengan cara tidak membuang sampah sembarangan
Agar kita dan keindahan alam di Bumi akan selamat

Jika bumi kita selamat, maka..
Kita akan tetap menikmati warisan nenek moyang
Yaitu ikan dan keindahan laut lainnya
Untuk di nikmati juga oleh cucu-cucu kita kelak

Oleh : Achmad Chaedar
Kelas : VII - I
Baca selengkapnya ..

Sejarah, Visi, dan Misi SMP Negeri 4 Depok


SMP Negeri 4 Depok merupakan SMP yang didirikan pada tahun 1982 yang pada mulanya masih merupakan kelas jauh (kelas dilakukan di SD Negeri Mekarjaya 20 selama proses pembangunan). Sejak tanggal 9 Nopember 1983, SMP Negeri 4 Depok sudah menempati gedung baru yang saat ini berada di Jl. Merdeka Raya Depok II Tengah.

VISI , MISI SMP NEGERI 4 DEPOK

A. UNGGUL DALAM PRESTASI YANG BERNUANSA RELIGIUS


Indikator :

1. Meningkatkan akhlaq siswa yang berdasar pada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

2. Meningkatnya pengembangan kurikulum berwawasan nasional.

3. Terwujudnya peningkatan sumber daya manusia pendidik dan tenaga kependidikan yang berwawasan internasional.

4. Meningkatnya proses pembelajaran berbasiskan ICT.

5. Terwujudnya rencana induk pengembangan sarana prasarana pendidikan berbasiskan ICT

6. Terwujudnya peningkatan kualitas lulusan dalam bidang akademik maupun non akademik pada tingkat nasional dan internasional

7. Terwujudnya pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dan peningkatan mutu kelembagaan

8. Unggul dalam prestasi akademik, non akademik dan imtaq.

9. Terlaksananya pengembangan implementasi pembelajaran dalam bahasa inggris.

B. Misi Sekolah


1. Meningkatkan akhlaq siswa yang berdasar pada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

2. Memperdalam, memantapkan dan meningkatkan penghayatan agama khususnya, keimanan, ibadah,

dan akhlak.

3. Menerapkan dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka membent mental spiritual yang tangguh, memiliki kepribadian muslim yang kokoh dan mampu menghadapitantangan-tantangan negatif baik yang datang dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya

4. Melaksanakan pengembangan kurikulum yang berwawasan internasional:

5. Memiliki dokumen kurikulum sekolah (KTSP) lengkap (silabus, RPP, dan bahan ajar) sesuai SNP dan juga terdapat dokumen kurikulum yang mencerminkan kurikulum SBI

6. Memiliki tim pengembang kurikulum (nasional dan internasional) di sekolah

7. Melaksanakan Pengembangan Tenaga Kependidikan yang berwawasan internasional.

8. Melaksanakan pengembangan profesionalitas guru yang berwawasan internasional

9. Melaksanakan standar kualifikasi dan kompetensi pendidikan nasional dan mampu berbahasa Inggris dengan TOEFL > 300 serta menggunakan ICT dalam PBM

10. Melaksanakan peningkatan kompetensi TU dan tenaga kependidikan lainnya yang berwawasan internasional

11. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kepada guru, TU dan tenaga kependidikan lainnya yang berwawasan internasional

12. Melaksanakan Pengembangan Proses pembelajaran berbasiskan ICT.

13. Melaksanakan pengembangan metode pengajaran berbasiskan ICT.

14. Melaksanakan pengembangan strategi pembelajaran dan Penilaian berbasiskan ICT

15. Melaksanakan pengembangan bahan ajar/sumber pembelajaran berbasiskan ICT.

16. Melaksanakan Rencana Induk Pengembangan Fasilitas / Media Pembelajaran berbasiskan ICT.

17. Mengadakan kelengkapan administrasi sekolah melalui system administrasi sekolah terpadu.

18. Menerapkan MBS yang disertai dengan tata kelola yang baik yang mencerminkan transparansi dan akuntabel

19. Melaksanakan monitoring dan evaluasi.

20. Melaksanakan supervise klinis.

21. Melaksanakan pengaktifan website sekolah.

22. Melaksanakan Pengembangan Penilaian

23. Melaksanakan Pengembangan Perangkat/ Model-Model Pembelajaran

24. Melaksanakan program evaluasi pembelajaran

25. Mengikuti kegiatan lomba akademis dan non akademis dan keagamaan.

Baca selengkapnya ..

Senin, 01 Maret 2010

Sudut dan Garis-Garis sejajar

Sudut memiliki keistimewaan jika digabungkan dengan beberapa garis atau garis sejajar.

Keistimewaan sudut yang berasal bukan dari garis sejajar ditunjukkan oleh dua gambar di bawah ini.




Walaupun terdapat garis sejajar di gambar-gambar di atas, namun lihatlah sudut yang ditunjukkan dengan garis merah. Sudut-sudut tersebut tidak mengenai garis sejajar yang ada. Keistimewaan ini diberi nama tolak belakang dan sifatnya adalah besarnya sudut yang ditunjukkan garis merah adalah sama.

Keistimewaan yang berikutnya sudah melibatkan sepasang garis sejajar. Berikut adalah gambar-gambar untuk dalam bersebrangan.

Sifat sudut-sudut yang diberi tanda dengan garis merah adalah kedua sudut besarnya sama. Nama dalam bersebrangan dapat kamu temukan jika kamu memperhatikan gambarnya. Dalam artinya kedua sudut yang dimaksud berada di dalam kedua garis sejajar. Bersebrangan artinya posisi kedua sudut di dalam garis sejajar adalah bersebrangan.

Keistimewaan berikutnya dapat kamu lihat di gambar-gambar di bawah ini.


Dilihat sepintas dari salah satu gambar, kedua sudut yang diberi tanda adalah dua sudut dengan tipe yang berbeda. Ada yang lancip dan ada yang tumpul. Jadi, tidak mungkin sifat dari keistimewaan yang ini adalah memiliki besar yang sama. Sifat yang dimiliki adalah jika kedua sudut dijumlahkan hasilnya sama dengan 180°. Mari kita lihat kembali gambar-gambar di atas untuk memberi nama keistimewaan ini. Karena kedua sudut berada di dalam garis sejajar, pasti terdapat kata dalam di namanya. Namun, gambar yang kali ini sudut-sudutnya tidak terletak bersebrangan, melainkan sepihak. Jadi, namanya adalah dalam sepihak.

Keistimewaan berikutnya memiliki sifat kedua sudut memiliki besar yang sama.


Sekarang, mari memberi nama. Kedua sudut terletak di luar kedua garis sejajar dan posisinya bersebrangan satu sama lain. Jadi, namanya adalah luar bersebrangan.

Nah, akhirnya kita sampai di keistimewaan yang terakhir.



Sifatnya adalah jika kedua sudut dijumlahkan, hasilnya sama dengan 180°. Apakah kamu bisa memberi nama keistimewaan ini? Seharusnya kamu sudah bisa. Jawabannya adalah luar sepihak.
Baca selengkapnya ..

Sabtu, 27 Februari 2010

HAM, Instrumen dan Contoh Pelanggaran

Hak asasi manusia dalam pengertian umum adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah tuhan yang dibawa sejak lahir. Ini berarti bahwa sebagai anugerah dari tuhan kepada makhluknya, hak asasi tidak dapat dipisahkan dari eksistensi pribadi manusia itu sendiri. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh suatu kekuasaan atau oleh sebab-sebab lainnya, karena jika hal itu terjadi maka manusia kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan.

Walau demikian, bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asasi orang lain. Memperjuangkan hak sendiri sampai-sampai mengabaikan hak orang lain, ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asas orang lain.

Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia secara kodrati sebagai anugerah dari tuhan, mencangkup hak hidup, hak kemerdekaan/kebebasan dan hak memiliki sesuatu.

Penegakan HAM di Indonesia

Sebagai mana kita ketahui, bahwa hak asasi manusia bersifat Universal sehingga masalah ini menjadi perhatian segenap umat manusia, tanpa memperdulikan dari mana para korban atau pelaku pelanggaran HAM berasal. Dunia internasional sendiri memiliki berbagai instrumen sanksi untuk para penjahat kemanusiaan, mulai dari sanksi ringan berupa pengucilan atau pemboikotan hingga sanksi pidana melalui pengadilan internasional. Penegakkan hak asasi manusia membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

Persaingan berbagai kekuatan politik menjadi warna utama dalam kehidupan politik pada masa orde lama, persaingan tersebut meluas kesegenap kehidupan rakyat hingga memicu perseteruan diantara mereka. Haruskah persaingan politik selalu mengarah pada perseteruan.????

Kenyataan menunjukan bahwa hingga kini proses penegakan HAM di indonesia masih menghadapi berbagai kendala. Tetapi, proses demokratisasi yang terjadi pasca tumbangnya kekuasaan orde baru telah memberi harapan yang besar bagi kita agar pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia dapat ditegakkan.

Kendati demikian, diera reformasi dapat kita catat bahwa pemerintah dan lembaga legislatif telah bekerja sama menyusun perangkap perundangan yang menunjukkan upaya nyata untuk mengedepankan perlindungan tentang hak asasi manusia. Tetapi, meski iklim demokratis kini tengah tumbuh subur bukan berarti upaya penegakkan hak asasi manusia di indonesia tidak mengalami hambatan sama sekali. Kita dapat mencermati bahwa dalam lingkungan sosial kita terdapat beberapa hambatan yang bersifat structural (berkenaan dengan budaya masyarakat). Walau demikian hambatan tersebut sepatutnya tidak membuat semangat kita untuk menegakkan hak asasi manusia menjadi surut.

Dari faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam penegakkan hak asasi manusia tersebut, mari kita upayakan sedikit demi sedikit untuk dikurangi (eliminasi), demi terwujudnya hak asasi manusia yang baik, mulailah dari diri kita sendiri untuk belajar menghormati hak-hak orang lain. Kita harus terus berupaya untuk menyuarakan tetap tegaknya hak asasi manusia, agar harkat dan martabat yang ada pada setiap manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa tetap terpelihara dalam sebaik-baiknya.

Instrumen yaitu:

UUD 1945 I, II, III dan IV

UU No 39 Thn 1999 tentang HAM

UU No 26 Thn 2000 ttg Pengadilan HAM

UU No 11 Thn 2005 ttg Ratifikasi ICESCR

UU No 12 Thn 2005 ttg Ratifikasi ICCPR

UU No 23 Thn 1992 ttg Kesehatan

UU No 20 Thn 2003 ttg Sistem Pendidikan Nasional

UU No 5 Thn 1998 ttg Ratifikasi CAT

UU No 19 Thn 2002 ttg Hak Cipta

UU No 20 Thn 1999 ttg Ratifikasi Konvensi ILO No 138 ttg Usia Minimum untuk Bekerja

UU No 23 Thn 1992 ttg Kesehatan

UU no 13 th 2006 ttg Perlindungan Saksi Korban

UU No.40-2008 ttg Penghapusan Diskriminasi Ras & Etnis

UU No 29 Thn 1999 ttg Ratifikasi CERD

Sumber: KOMNAS HAM Indonesia


Contoh Pelanggaran:

Bom Bali I & II

Kasus Semanggi & Trisakti

Kasus Marsinah

Kasus Tanjung Priok

Kasus Babeh Baekuni





























Baca selengkapnya ..