Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 April 2010

Wawancara di Pembuatan Tempe

Tanggal 21 Maret 2010 , hari ini Kelompok Sultan Hasanuddin dari 7-1 Pasmer akan melaksanakan wawancara dengan Narasumber dari Tempat Pembuatan Tempe di kawasan Depok II Timur . Di tempat pembuatan tempe ini , terdapat sepuluh orang pekerja .

Walaupun sederhana , namun perbulan tempat pembuatan Tempe ini mendapatkan omzet jutaan rupiah per bulan dari hasil penjualan tempe . Hal ini merupakan pengembangan Industri Kreatif yang berbasis Ekonomi Menengah Kebawah.

Hal ini patut menjadi tolok ukur dalam pemerataan pekerjaan di Indonesia , sehingga tidak ada pengangguran di Indonesia . Dan semua pekerja mempunyai pekerjaan . Masih banyak Industri Kreatif yang dapat.. di buka dan diberdayakan guna membuka lapangan kerja dan menambah kreatifitas masyarakat,

Konsep Pertanyaan

Chaedar : “Selamat Siang, Pak.”
Chaedar : “Maaf menganggu, Pak.”
Chaedar : “Begini Pak... Saya mendapat tugas dari sekolah untuk mewawancarai suatu pabrik. Apakah bapak tidak keberatan?”
Chaedar : “Perkenalkan... Saya Chaedar dari SMPN 4 dan teman saya yang bernama (sambil menunjuk) yang ini Meigy, yang ini Niken, yang ini Daffa. Kalau boleh tahu nama bapak siapa?”
Meigy : “Ngomong-ngomong pak, Siapa pemilik pabrik ini pak?”
Daffa : “Pada tahun berapakah pabrik ini berdiri?”
Niken : “Kalau begitu sudah 23 tahun ya pak.”
Chaedar : “Berapa untung pabrik ini tiap tahun pak?”
Chaedar : “Begitu ya pak.”
Daffa : “Apakah bapak mengalami kendala di pabrik, pak?”
Niken : “Berapa kilogram keledai yang diperlukan setiap hari?”
Meigy : “Berapa kilogram tempe yang dihasilkan setiap hari?”
Kelompok : “Semoga pabrik tempe ini makin maju.”
Kelompok : “Terima kasih atas ketersediaannya dalam wawancara ini.”
Kelompok : “Selamat Siang, pak”

Pertanyaan dan Jawaban dari Narasumber

Chaedar : “Selamat Siang, Pak.”
Narasumber : “Selamat siang, Dik.”
Chaedar : “Maaf menganggu, Pak.”
Narasumber : ”Oh, tidak dik, silakan aja!”
Chaedar : “Begini Pak... Saya mendapat tugas dari sekolah untuk mewawancarai suatu pabrik. Apakah bapak tidak keberatan?”
Narasumber : “Bapak tidak keberatan sama sekali.”
Chaedar : “Perkenalkan... Saya Chaedar dari SMPN 4 dan teman saya yang bernama (sambil menunjuk) yang ini Meigy, yang ini Niken, yang ini Daffa. Kalau boleh tahu nama bapak siapa?”
Narasumber : “Nama bapak Welas.”
Meigy : “Ngomong-ngomong pak, Siapa pemilik pabrik ini pak?”
Bapak Welas : “Alm. H. Slamet.”
Daffa : “Pada tahun berapakah pabrik ini berdiri?”
Bapak Welas : “Pabrik ini berdiri pada tahun 1987.”
Niken : “Kalau begitu sudah 23 tahun ya pak.”
Chaedar : “Berapa untung pabrik ini tiap tahun pak?”
Bapak Welas : “Tergantung dik.”
Chaedar : “Begitu ya pak.”
Daffa : “Apakah bapak mengalami kendala di pabrik, pak?”
Bapak : “Ada dik, semisalnya sewaktu harga kedelai naik maka akan mengurangi penghasilan.”
Niken : “Berapa kilogram keledai yang diperlukan setiap hari?”
Bapak Welas : “Sekitar 8 kwintal / hari”
Meigy : “Berapa kilogram tempe yang dihasilkan setiap hari?”
Bapak Welas : “Sekitar 50 kilo-an dek.”
Kelompok : “Semoga pabrik tempe ini makin maju.”
Bapak Welas : “Amin.”
Kelompok : “Terima kasih atas ketersediaannya dalam wawancara ini.”
Bapak Welas : “Sama – sama dik.”
Kelompok : “Selamat Siang, pak”

Demikian wawancara kami dengan Pak Welas , pekerja Tempat Pembuatan Tempe di kawasan Depok II Timur .
Baca selengkapnya ..

Sabtu, 13 Maret 2010

Puisi Lautku

Lautku

Indonesia adalah negeri maritim
Yang kaya akan laut yang indah
Keindahannya menarik perhatian para turis
Laut-laut yang indah akan ramai akan kunjungan turis

Akan tetapi, selain keindahannya ada sesuatu yang tersembunyi
Yaitu bencana, jika kita tidak mencegahnya maka..
Semua yang ada di Bumi akan tenggelam
Termasuk hutan, danau, sungai, pengunungan

Sebenarnya laut kita sudah tercemar
Coba lihat yang berada dimana saja
Sudah tercemar banyak sampah
Yang berasal dari banyak sungai

Jadi, marilah kita menjaga laut kita
Dengan cara tidak membuang sampah sembarangan
Agar kita dan keindahan alam di Bumi akan selamat

Jika bumi kita selamat, maka..
Kita akan tetap menikmati warisan nenek moyang
Yaitu ikan dan keindahan laut lainnya
Untuk di nikmati juga oleh cucu-cucu kita kelak

Oleh : Achmad Chaedar
Kelas : VII - I
Baca selengkapnya ..